Pekanbaru – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru akan menyelenggarakan 2nd International Multidisciplinary Conference dengan tema “Advancing SDGs Through Multidisciplinary Innovation.” Kegiatan ini merupakan forum akademik internasional yang bertujuan memperkuat kolaborasi ilmiah serta mendorong kontribusi penelitian multidisipliner dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Konferensi internasional ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 mulai pukul 08.00 WIB bertempat di Auditorium Yayasan Diniyyah Pekanbaru. Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM IAI Diniyyah Pekanbaru sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, serta jejaring akademik baik di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun tema khusus yang diangkat pada konferensi tahun ini adalah “Islamic Higher Education and Religious Moderation: Educational and Socio-Cultural Approaches of Malay Society.” Tema ini menyoroti pentingnya peran pendidikan tinggi Islam dalam membangun moderasi beragama serta memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Melayu dalam menghadapi tantangan global.
Konferensi ini akan menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional yang memiliki reputasi akademik di bidangnya, di antaranya:
-
Dr. Muhammad Zakir bin Husain, Lc., MA dari UNISSA Brunei Darussalam
-
Prof. Dr. Muhamad Rozaimi Bin Ramle, Rektor UniSIRAJ Perlis, Malaysia
-
Prof. Dr. Phil. Sahiron Syamsuddin, M.A, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
-
Asst. Prof. Dr. Tawat Noipom dari Prince of Songkla University, Thailand
Kegiatan ini juga akan diawali dengan Opening Speech oleh Rektor IAI Diniyyah Pekanbaru, Dr. Novi Yanti, MM, serta menghadirkan Prof. Dr. Leny Nofianti, MS., S.E., M.Si, Koordinator Kopertais Wilayah XII Riau–Kepri sebagai Keynote Speaker.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Satri Handayani, M.Pd.I, menyampaikan bahwa konferensi ini diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya para akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa untuk saling bertukar gagasan dan mempresentasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan keilmuan Islam dan kontribusinya terhadap pembangunan masyarakat.
“Melalui konferensi ini, kami berharap dapat memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah civitas akademika,” ujarnya.
Ruang lingkup pembahasan dalam konferensi ini meliputi berbagai bidang kajian, antara lain Islamic Culture, Sharia Economics/Islamic Economics, Sharia Banking, Islamic Politics, Islamic Psychology, Islamic Da’wah, Islamic Education, Islamic Law, serta Islamic Early Childhood Education.
Pendaftaran dan pengumpulan artikel untuk peserta dibuka mulai 1 Januari hingga 4 Februari 2026, sementara tahap persiapan dan peninjauan teknis oleh panitia akan dilaksanakan pada 5–6 Februari 2026.
Melalui penyelenggaraan 2nd International Multidisciplinary Conference ini, LPPM IAI Diniyyah Pekanbaru berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemajuan masyarakat.
Penulis: Tim LPPM