phone +62 853-6306-8247

email lppm@diniyah.ac.id

Sejarah LPPM

Perjalanan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang berdirinya Yayasan Diniyah Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan Islam yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sejak lebih dari setengah abad yang lalu.

Kisah ini bermula pada tanggal 1 September 1962, ketika tokoh perempuan Riau Hj. Chadijah Ali bersama Hj. Asmah Malin, Hj. Raden Mas Oentoro Koesmarjo, dan H. Bakrie Sulaiman berinisiatif mendirikan Yayasan Diniyah Pekanbaru. Berdirinya yayasan ini dilandasi oleh semangat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas serta membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

Semangat tersebut terus berkembang. Pada tanggal 1 September 1965, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas oleh Gubernur Riau Bapak Arifin Ahmad bersama Walikota Madya Pekanbaru Bapak H. Radja Roesli. Momen ini menjadi tonggak awal berkembangnya lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Diniyah Pekanbaru.

Seiring berjalannya waktu, Yayasan Diniyah Pekanbaru terus memperluas perannya dalam dunia pendidikan dengan menghadirkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Asuh Anak Soleh (TAAS), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga pendidikan tinggi.

Memasuki era pendidikan tinggi, pada tahun 2001 didirikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Diniyyah Pekanbaru sebagai wujud komitmen yayasan dalam mengembangkan pendidikan Islam yang lebih luas. Keberadaan STAI Diniyyah Pekanbaru kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Kopertais Wilayah XII Riau–Kepulauan Riau Nomor 07/K/XII/2004 dan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Nomor Dj.I/Dt.I IV/HK.005/8/2007.

Pada awal perjalanannya, STAI Diniyyah Pekanbaru menyelenggarakan program pendidikan Diploma II Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Diploma II Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK). Namun seiring dengan perubahan kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, institusi ini kemudian mengembangkan program pendidikan ke jenjang Strata Satu (S1).

Sejalan dengan perkembangan akademik tersebut, aktivitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat juga mulai berkembang sebagai bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Untuk mengelola dan mengembangkan kegiatan tersebut secara lebih terarah, maka dibentuklah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

LPPM hadir sebagai pusat pengembangan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan STAI Diniyyah Pekanbaru. Melalui lembaga ini, berbagai kegiatan penelitian dosen, publikasi ilmiah, serta program pemberdayaan masyarakat mulai terkoordinasi dengan lebih baik.

Perkembangan institusi terus berlanjut. Pada tahun 2015, STAI Diniyyah Pekanbaru membuka dua program studi baru yaitu Pengembangan Masyarakat Islam dan Perbankan Syariah, yang secara resmi memperoleh izin penyelenggaraan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5254 Tahun 2015. Kemudian pada tahun 2017, kembali dibuka tiga program studi baru yaitu Psikologi Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Ekonomi Syariah.

Pertumbuhan program studi ini turut memperkuat peran LPPM dalam mendorong lahirnya penelitian-penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta kegiatan pengabdian yang berkontribusi pada pemberdayaan sosial dan keagamaan.

Perjalanan panjang pengembangan institusi akhirnya mencapai tonggak penting ketika Sekolah Tinggi Agama Islam Diniyyah Pekanbaru resmi beralih status menjadi Institut Agama Islam (IAI) Diniyyah Pekanbaru berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2022 yang ditetapkan pada tanggal 21 Desember 2022.

Perubahan status ini menjadi babak baru bagi pengembangan institusi, termasuk bagi LPPM yang semakin diperkuat perannya dalam mendukung peningkatan mutu penelitian, publikasi ilmiah, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Saat ini, LPPM IAI Diniyyah Pekanbaru terus berkomitmen untuk menumbuhkan budaya penelitian yang produktif, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Melalui berbagai program penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerjasama dengan berbagai pihak, LPPM berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan Islam, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan semangat pengabdian dan keilmuan, LPPM IAI Diniyyah Pekanbaru diharapkan terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan perguruan tinggi yang unggul serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat luas.

Penulis: Tim LPPM